Minggu, 06 Januari 2019

IMAN KEPADA MALAIKAT



Kemampuan Malaikat
            Malaikat itu memiliki kemampuan antara lain:
a. Menampilkan Diri Berujud Manusia
            Al Qur’an dan Hadits Rasulullah saw.telah menjelaskan bahwa malaikat dapat menampakkan diri menjilma manusia.
Allah swt. Berfirman:

ولقد جاءت رسلناابراهيم بالبشرى قالوا سلما قالوا سلم فما لبث ان جاء بعجل حنيد فلمارأ ايديهم لا يصل اليه تكرهم واوجس منهم حنيفة قالوا الا تخف انا ارسلنا الى قوم لوط. هود 69-70 

“Dan sesungguhnya utusan utusan para Malaikat telah dating kepada Ibrahim dengan membawa khabar gembira, mereka mengucapkan selamat” Ibrahim  menjawab”Selamat “. Maka tidak lama kemudian menyuguhkan daging sapi yang di panggang. Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka dan merasa takut kepada mereka, Malaikat berkata: Jangan kamu takut, sesunguhnya kami adalah (Malaikat-Malaikat ) yang diutus kepada kaum Luth.(QS.Hud (11) 69-70)
Para malaikat juga datang kepada Nabi Luth As. dalam bentuk sebagai pemuda- pemuda yang berparas tampan.
Firman Allah swt.
ولما جاءت رسلنا لوطا سئ بهم وضاق بهم ذرعا وقال هذا يوم عصيب. هود 77
“Dan tatkala datang utusan –utusan Kami (para Malaikat) itu kepada Luth dia merasa susah dan merasa sempit dadanya, karena kedatangan mereka, dan dia berkata: Ini hari yang sangat sulit. (QS. Hud (11) 77)
Nabi Luth merasa kerepotan dengan kedatangan mereka, karena Luth a.s. merasa khawatir jika mereka diganggu kaumnya yang memiliki akhlak yang buruk , yaitu mencintai sesama jenis kelamin. 
Allah swt. juga pernah mengutus Jibril kepada Maryam dalam rupa seorang manusia. Firman Allah swt.
واذكر فى الكتاب مريم اذا نتبذت من اهلها مكاناشرقيا فا تخذت من دونهم حجابا فارسلنا اليها روحنا فتمثل لها بشرا سوبا. قالت انى اعوذبا لرحمن منك ان كنت تقيا قال انما انا رسل ربك لا صب لك غلا ما زكيا. مريم 16-19 
“Dan ceritakanlah (kisah) Maryam didalam Al Qur’an, yang ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya kesuatu tempat di sebelah timur, maka ia mngadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka, lalu Kami mengutus Roh Kami kepadanya, maka ia menjelma dihadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. Maryam berkata : “Sesungguhnya aku berlindung kepadamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seseorang yang bertakwa . Ia (Jibril) berkata: Sesungguhya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberi seorang laki - laki yang suci” (QS. Maryam (19) 16-19)




Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Umar bin Khahthab berkata: Pada suatu hari saat kami berada didekat Rasulullah saw. tiba-tiba muncullah seorang laki laki yang berpakaian sangat putih dan rambutnya sangat hitam, dan tidak tampak bekas-bekas dari pergi jauh. Tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Laki – laki itu lalu duduk berhadapan dengan Nabi saw. Ia merapatkan kedua lutut beliau serta meletakkan kedua tangannya diatas paha beliau. Laki-laki itu kemudian bertanya, Muhammad, beritahu kepada saya, apakah Islam itu? Selengkapnya dalam hadis tersebut, Jibril menanyai beliau, masalah Iman, Ikhsan, dan hari kiamat serta tanda – tandanya. Setelah dijawab Nabi saw. orang tersebut pergi. Kemudian Nabi saw. bertanya kepada para sahabat : Tahukah kamu sekalian siapa orang yang bertanya tadi? Para sahabat menjawab yang tahu hanya Allah dan Rasulnya. Lalu Nabi saw. bersabda.

فانه جبريل اتاكم يعلمكم دينكم. رواه مسلم

            Sesungguhnya dia adalah Jibril, yang datang kepadamu untuk mengajarkan agama kepadamu . (HR. Muslim)
            Begitu pula Rasulullah menceritakan kisah tiga orang Bani Israil yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah ra. Dimana Allah swt. mengutus Malaikat dalam rupa manusia untuk menguji ketiga orang Bani Israil yang masing-masing berpenyakit kulit (kusta), berkepala botak dan yang seorang buta matanya.
            Rasulullah saw. pernah di datangi Malaikat Jibril dalam berbagai rupa. Kadang –kadang berupa Dahyah bin Khalifah Al Kalbi, yaitu seorang sahabat Nabi saw. yang berwajah tampan. Kadang – kadang Jibril juga datang kepada Nabi saw. dalam rupa seorang Arab. Badui. Banyak para sahabat Nabi saw. yang menyaksikan kedatangan Jibril kepada Nabi aw. Dengan rupa seperti itu.

b. Tidak Merasa Bosan Dan Letih Dalam Beribadah
Para Malaikat tidak merasa bosan dan letih dalam taat dan beribadah kepada Allah swt. Malaikat selalu mengerjakan perintah- perintahNya dan semua dikerjakan tanpa bosan.
Allah swt. berfirman:
فاالذين عند ربك يسبحوان له بالليل والنهاروهم لا يساءمون .فصلت   38
“Maka mereka (para Malaikat) yang ada disisi Tuhanmu bertasbih kepadaNya malam dan siang mereka tiada merasa bosan.(QS. Fush Shilat (41)38)
يسبحون الليل والنهار لا يفترون. الانبياء 20 
“Mereka selalu bertasbih malam dan siang hari tiada henti –hentinya. (QS.Al An Biyak (21)20)
Mengacu pada kalimat لايفترون  Asy Syukuti berpendapat bahwa Malaikat itu tidak tidur. Pendapat ini dinukil dari Fachrurrozi
وله من فى السموات والارض ومن عنده لا يستكبرون عن عبادته ولا يستحسرون. الانبياء 19
Dan kepunyaan Allah lah segala apa yang dilangit dan di bumi. Dan Malaikat -Malaikat disisiNya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembahNya dan tiada pula merasa letih. (QS. Al An Biyak (21)19)
c. Teratur Dalam Segala Hal
            Para Malaikat sangat teratur dan disiplin dalam beribadah. Rasulullah saw. memerintah kepada kita untuk meniru keteraturan dan kedisiplinan mereka. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Nabi saw. berabda: apakah kamu tidak dapat berbaris rapi seperti para Malaikat berbaris disisi Tuhan Mereka?




Para sahabat bertanya: “Rasulullah, bagaimana para Malaikat itu berbaris disisi Tuhan Mereka? Beliau menjawab:
يتمون الصفوف ويترصون فى الصف. روه مسلم
“Mereka mnyempurnakan barisan dan merapatkan barisan.(HR. Muslim)
Pada hari kiamat para Malaikat akan datang berbaris sangat rapi seperti firman Allah swt.
وجاء ربك والملك صفا صفا. الفجر22
            “Dan datanglah Tuhanmu, sedang Malaikat berbaris baris. (QS.Al Fajr (59)22)
            Para Malaikat juga berdiri dengan rapi di hadapan Allah swt. sebagaimana firmanNya.:
يوم يقوم الروح والملئكة صف لا يتكلمون الا من اذن له الرحمن وقال صوابا. الانبياء 38
“Pada hari ketika ruh dan para Malaikat berdiri bershaf – shaf mereka tidak berkata kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Pemurah dan ia mengucapkan kata yang benar.(QS.An Naba’ (78) 38)
Malaikat memiliki ketelitian dalam menjalankan semua perintah. Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari Anas ra. yang mengemukakan bahwa Nabi saw. bersabda:
اتى باب الجنة يوم القيامة فاستفتح فيقول الخازن من انت؟ فاقول محمد فيقول بك امرت لاافتح لاحد قبلك.رواه مسلم
“Pada hari kiamat aku mendatangi pintu surga seraya meminta agar pintu surga dibukakan. Lalu sang penjaga bertanya; Siapa engkau? Aku menjawab: Muhammad. Penjaga itu berkata: Demi engkau aku diperintah untuk tidak membuka (pintu surga), untuk seorangpun sebelum engkau.(HR.Muslim)                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        

Artikel Terkait

IMAN KEPADA MALAIKAT
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email